Kamis, 22 November 2012

a letter from leader leeteuk

Setelah kurang lebih 3 minggu masuk wajib militer, dan dimana sebelumnya telah diberitakan bahwa ia menjadi pemimpin di pasukan Divisi Infanteri ke-9, atas kepribadiannya yang rajin dan sikap kepemimpinan.

Kini Leeteuk menyapa ELF lewat sebuah surat, ia mengungkapkan perasaan rindunya kepada seluruh penggemarnya.


" Untuk. Penggemar yang aku cintai! Segalanya bagiku, E.L.F..

Aku Leeteuk Super Junior!! Ah … sekarang , aku menjadi tentara pelatihan nomor 85, Park Jungsoo!

Apakah semuanya baik-baik saja? aku lulus dari Uijeongbu dan sekarang melakukan dengan baik dengan adik-adik yang 10, 11 tahun lebih muda dariku di pusat pelatihan Baekmashin.

Dari pemimpin suju hingga sekarang , mengambil peran sebagai pemimpin tentara .Seperti yang diharapkan , bahkan di tempat ini, aku bisa merasakan popularitas yang besar ^ – ^

Aku punya banyak kegelisahan dan ketakutan sebelum datang ke sini tapi sekarang itu benar-benar terjadi, aku tidak merasakan apapun, dan juga terima kasih atas surat tulisan tangan dan dari internet!

Saat membaca surat dari kata demi kata dengan jelas yang tidak sekali atau dua kali, aku dapat memiliki perasaan yang kuat. Terima kasih.

Aku selalu bersyukur untuk itu. Bahkan ketika hari pendaftaran, ada keramaian yang mengagumkan. Seperti yang diharapkan, yang terbaik!!

Dan juga , dari ulang tahun ke-7 untuk ujian Universitas, Aku minta maaf bahwa tidak bisa memperhatikan satu per satu secara pribadi.

Apakah kalian tahu bahwa semakin banyak aku bekerja, semakin aku ingin bertemu kalian semua? Aku rindu untuk melakukan tur dunia dengan anggota lainnya dan dapat melihat lightsticks biru dan mendengar suara yang bersorak.

Ah! dan juga, DVD yang di jual di Jepang menjadi nomor satu! dan ‘Boys in City’.

Untuk orang-orang yang menunggu citraku berikutnya, aku sedang mempersiapkan itu, jadi harap mengantisipasi!

Upacara penghargaan akhir tahun yang tersisa, Ini akan menjadi baik jika semua orang bisa tersenyum cerah dan mengakhirinya dengan baik!

Sangat merindukanmu dan merindukanmu dan merindukanmu dan benar-benar ingin melihatmu melihatmu melihatmu.

Semuanya … Kalian harus bahagia dan sehat!

Seperti yang telah dikatakan bahwa jangan tersenyum karena kalian bahagia tetapi tersenyumlah karena sesuatu hal yang bahagia ..

Semuanya, selalu sehat! E.L.F-ya!! Aku mencintaimu … "






Selasa, 20 November 2012

Cerita Pendek I


Lyra
Karya: Ajeng Aqsoloni
            Hari ini cuaca sedang tidak bagus. Hujan terus mengguyur daerah Hura-Hara yang berada di provinsi Yogyakarta.
            “Kring-kring” alarm Nina berbunyi dengan sangat keras. Nina pun terbangun dan segera bergegas ke kamar mandi dan siap untuk berangkat sekolah. Hari ini adalah hari pertama Nina masuk sekolah di sekolah barunya. Dulu Nina tinggal di Kota Mokpo. Ayah Nina menjadi korban PHK yang mengakibatkan keluarga Nina harus pidah kerumah neneknya karena keluarga Nina sudah tidak sanggup membayar uang kontarakan lagi.
            Hari pertama sekolah, Nina diantar oleh ayahnya menggunakan sepedah ontel tua milik kakeknya. Di sepanjang jalan Nina melihat panorama yang jarang dilihat sewaktu ia tinggal di Kota Mokpo.
            Sampai di sekolah Nina melihat jam yang berada ditangan kirinya. Jam itu menunjukan pukul 06.25 WIB. Ninapun bergegas turun dari sepedah itu tak lupa ia berpamitan dengan ayahnya dan meminta doa agar sekolah hari pertamanya dilancarkan.
            Nina segera menaiki tangga dan memasuki ruang kelasnya. Ruang kelas Nina berada dilantai atas, tepatnya paling pojok dekat dengan ruang staff. Saat Nina memasuki ruang kelasnya, Nina melihat ada bangku kosong yang berada dibaris kedua dekat dengan pintu kelas. Dan Nina segera menempatinya.
            Nina duduk dengan seorang perempuan yang cantik namun pendiam. Mereka terus berdiam-diaman, sampai akhirnya Nina angkat berbicara dengan memperkenalkan dirinya duluan.
“Hai.........” sapa Nina
“Hai juga..”
“Nama kamu siapa?” sahut Nina dengan tersenyum
“Namaku Ananda Tasya, namamu?” sahut Tasya dengan senyum malu-malu
“Namaku Karenina Rafikah, panggil saja Nina. Senang berkenalan denganmu.” Jawab Nina dengan ketawa “hehehehe............”
Tasya pun berfikir “mengapa Nina tertawa? Apa aku lucu? Sudahlah.”
            Mereka berteman dengan sangat baik bahkan mereka menjadi sahabat. Tidak terasa sudah delapan bulan Nina bersekolah di SMP 1 Hura-Hara dan bersahabat dengan Tasya. Hingga suatu saat Tasya harus pindah ke Negara Kincir Angin, mengikuti ayahnya karena ayahnya dikirim untuk bekerja di negara tersebut.

            Nina yang mendengar kabar itupun tersentak kaget dan menangis disepanjang malamnya. Tiba-tiba ringtone handpone Nina berbunyi, Nina bergegas melihatnya. Ternnyata itu sms dari Tasya.
“Nina maaf, aku baru mengabarimu. Sebenarnya aku tidak mau membuatmu sedih karena kepergianku. Aku berjanji jika tugas ayahku sudah selesai aku akan kembali.”
            Nina tidak menghiraukan sms dari Tasya. Nina sedang asyik duduk di jendela kamarnya diiringi sebuah lagu dari Miss A dan memandang langit malam yang indah.
            Di langit itu terdapat dua buah bintang paling terang diantara bintang lainnya, mereka saling berdekatan. Dulu Nina pernah mendengar mitos tentang bintang Lyra dan bintang Vega. Kedua bintang itu selalu muncul bersama-sama.
            Nina berfikir “Bintang itu bagaikan aku dan Tasya. Apakah Tasya sedang melihat bintang itu juga?”
            Hari demi hari Nina lewati dengan bayang-bayang Tasya. Hingga umurnya genap menjadi 16 tahun. Sudah lama Nina tidak berhubungan dengan Tasya. Di sms tidak dibalas, di telepon juga tidak diangkat. “apa tasya mengganti nomor teleponnya.........?” pikir Nina.
            Hari minggu yang sangat cerah. Keluarga Nina berekreasi ke Taman Indah Ceria yang berada dekat dengan Kota Ryesina. Kurang lebih 4 km dari rumah neneknya Nina. Nina sangat senang bisa berlibur bareng keluarganya di tempat secantik Taman Indah Ceria. Sedang asyik bermain dengan bunga-bunga putih, tiba-tiba Nina melihat seorang wanita mirip dengan Tasya. Wanita itu membawa kamera slrnya dan memotret di daerah taman tersebut. Nina mengikuti kemana wanita itu berjalan. Namun Nina kehilangan jejak si wanita itu. Nina berjalan dengan sangat lambat dan denganwajah yang kusut kembali ketempat keluarganya beristirahat. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dengan sangat lembut.

“Nina..”
Nina pun membalikan tubuhnya,  dan mencari darimana asal suara tersebut. Lalu Nina berteriak.
“TASYA.........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Nina segera menghampiri Tasya dan memeluk Tasya dengan erat. Ternyata Nina tidak salah lihat, wanita yang dilihatnya itu memang benar Tasya. Nina sangat gembira bisa dipertemukan lagi dengan Tasya, acara rekreasi bersama keluarganya pun ia habiskan hanya untuk bercerita tentang pengalamannya yang dipenuhi dengan senyuman dan tangisan.